INFORMASI

Dongkrak Kapasitas Daya Tampung Air Sungai dan Tingkatkan Infrastruktur Irigasi

PAYAKUMBUH – Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan pembenahan infrastruktur sumber daya air sepanjang tahun 2026. Upaya ini diwujudkan melalui pekerjaan pengamanan tebing, normalisasi dan pengendalian banjir sungai, serta rehabilitasi jaringan dan bangunan irigasi di sejumlah wilayah Kota Payakumbuh.

Pada tahun 2026, pembenahan infrastruktur sumber daya air tersebut mencakup 46 lokasi, yang terdiri atas 11 paket pekerjaan sungai dan 35 lokasi pekerjaan irigasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menjaga fungsi sungai, meningkatkan keandalan infrastruktur pengairan, serta mendukung mitigasi risiko bencana dan kebutuhan air bagi masyarakat.

Pembenahan infrastruktur sungai menjadi penting untuk menjaga kelancaran aliran air dan mengurangi potensi dampak akibat peningkatan debit air ketika curah hujan tinggi. Kondisi tebing yang mengalami pengikisan, potensi longsor, serta penyempitan penampang sungai dapat memengaruhi kapasitas aliran dan meningkatkan risiko luapan air. Oleh karena itu, penanganan dilakukan melalui pekerjaan fisik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing lokasi.

11 Paket Pekerjaan Sungai untuk Mendukung Pengendalian Banjir

Pada sektor sungai, Dinas PUPR Kota Payakumbuh sedang melaksanakan 11 paket pekerjaan yang mencakup pengamanan tebing, normalisasi, dan pengendalian banjir. Pekerjaan tersebut tersebar pada sejumlah aliran sungai yang memerlukan penanganan untuk menjaga kestabilan tebing dan meningkatkan kelancaran aliran air.

Adapun 11 paket pekerjaan sungai tersebut meliputi Pengamanan Tebing Sungai Batang Sikali; Pengamanan Tebing Sungai Batang Sukali (Anak Sungai Batang Agam); Pengamanan Tebing Sungai Batang Pulau; Normalisasi dan Pengendalian Banjir Sungai Batang Pulau; Pengamanan Tebing Sungai Batang Sikali–Kaluek; Pengamanan Tebing Sungai Batang Sikali–STKIP; Mantelisasi Bronjong Sungai Baih; Normalisasi dan Pengendalian Banjir Sungai Tembok Jua; Pengamanan Tebing Sungai Batang Sikali–Bendung Beringin; Normalisasi Sungai Talang (Atas Bendung Sungai Talang); serta Pengendalian Banjir Sungai Batang Agam–Ibuah.

Pekerjaan pengamanan tebing difokuskan pada upaya memperkuat struktur tebing yang rentan mengalami pengikisan akibat gerusan arus air. Penanganan ini diharapkan dapat mengurangi risiko longsoran tanah ke badan sungai sekaligus membantu melindungi kawasan di sekitar aliran sungai.

Sementara itu, pekerjaan normalisasi dan pengendalian banjir diarahkan untuk menjaga kelancaran aliran serta mendukung kapasitas sungai dalam menampung dan mengalirkan debit air. Dengan penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan, fungsi sungai diharapkan dapat terjaga sehingga risiko luapan air dapat diminimalkan.

Pada Sungai Baih, pekerjaan mantelisasi bronjong menjadi bagian dari upaya perlindungan tebing melalui penggunaan struktur bronjong yang diisi batu. Struktur tersebut berfungsi membantu menahan gerusan arus air dan menjaga kestabilan tebing sungai.

Melalui pelaksanaan 11 paket pekerjaan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas PUPR berupaya meningkatkan ketahanan infrastruktur sungai serta mengurangi kerentanan kawasan di sekitarnya terhadap risiko banjir dan longsor. Namun, upaya tersebut tetap perlu didukung pemeliharaan sungai secara berkelanjutan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan aliran sungai.

35 Lokasi Pekerjaan Irigasi untuk Mendukung Sektor Pertanian

Selain melakukan penanganan sungai, Dinas PUPR Kota Payakumbuh juga melaksanakan pembenahan infrastruktur irigasi di 35 lokasi melalui kegiatan rehabilitasi jaringan dan bangunan irigasi.

Infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam mendukung distribusi air menuju lahan pertanian. Jaringan saluran dan bangunan irigasi yang berfungsi dengan baik dapat membantu menjaga kelancaran pengairan serta mendukung pemenuhan kebutuhan air bagi kegiatan pertanian masyarakat.

Beberapa pekerjaan rehabilitasi yang dilaksanakan meliputi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Lampasi BKS 2 Sungai Durian, Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Bandar Tobek Kincia, serta Rehabilitasi Bendung Irigasi D.I. Sei. Baih.

Rehabilitasi jaringan irigasi dilakukan sebagai upaya memperbaiki dan menjaga fungsi saluran pengairan agar distribusi air dapat berlangsung secara lebih optimal. Sementara itu, rehabilitasi bendung bertujuan menjaga kondisi dan fungsi bangunan yang menjadi bagian penting dalam sistem pengaturan aliran air menuju jaringan irigasi.

Kondisi jaringan dan bangunan irigasi yang terpelihara diharapkan dapat membantu mengurangi gangguan distribusi air akibat kerusakan infrastruktur, mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian, serta menjaga keberlanjutan aktivitas pertanian masyarakat.

Melalui pembenahan di 35 lokasi tersebut, Dinas PUPR Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan keandalan infrastruktur pengairan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Pembenahan Infrastruktur Sumber Daya Air secara Berkelanjutan

Pembenahan infrastruktur sumber daya air melalui 11 paket pekerjaan sungai dan 35 lokasi pekerjaan irigasi merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur yang mendukung keselamatan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Penanganan sungai diarahkan untuk menjaga kestabilan tebing, meningkatkan kelancaran aliran air, serta mengurangi risiko banjir dan longsor. Sementara itu, rehabilitasi jaringan dan bangunan irigasi difokuskan pada pemeliharaan fungsi pengairan untuk mendukung kebutuhan pertanian.

Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas PUPR terus mendorong peningkatan kualitas infrastruktur tersebut melalui pekerjaan yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam menjaga fungsi sungai dan irigasi sekaligus mendukung ketahanan wilayah terhadap risiko bencana.

Selain melalui pekerjaan fisik, keberlanjutan fungsi infrastruktur sumber daya air juga membutuhkan dukungan masyarakat. Menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah ke saluran air, serta memelihara lingkungan sekitar jaringan irigasi merupakan langkah penting untuk mendukung fungsi infrastruktur yang telah dibangun dan direhabilitasi.

Dengan pembenahan infrastruktur sumber daya air di 46 lokasi pada tahun 2026, Dinas PUPR Kota Payakumbuh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur, mendukung upaya mitigasi bencana, serta menjaga keandalan sistem pengairan bagi masyarakat.

Infrastruktur terjaga, risiko bencana berkurang, pengairan semakin andal, dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

STRATEGI PASTI PAS

BARCODE PENGADUAN

Statistik Pengunjung

  • Today's visitors:11
  • Today's page views 15
  • Total visitors 173
  • Total page views 364